Derajat Luka Bakar

Saturday, November 24, 2012

Derajat Luka Bakar

Klasifikasi dari derajat luka bakar yang banyak digunakan di dunia medis adalah jenis “Superficial Thickness”, “Partial Thickness” dan “Full Thickness” dimana pembagian tersebut didasarkan pada sejauh mana luka bakar menyebabkan perlukaan apakah pada epidermis, dermis ataukah lapisan subcutaneous dari kulit. Pengklasifikasian luka tersebut digunakan untuk panduan pengobatan dan memprediksi prognosis ‘Tael 1. Deskripsi dari klasifikasi luka bakar .
https://daftarhargaa.blogspot.com/2012/11/derajat-luka-bakar.html

Luka Bakar


Luka Bakar

Luka bakar merupakan jenis luka, kerusakan jaringan atau kehilangan jaringan yang diakibatkan sumber panas ataupun suhu dingin yang tinggi, sumber listrik, bahan kimiawi, cahaya, radiasi dan friksi. Jenis luka dapat beraneka ragam dan memiliki penanganan yang berbeda tergantung jenis jaringan yang terkena luka bakar, tingkat keparahan, dan komplikasi yang terjadi akibat luka tersebut. Luka bakar dapat merusak jaringan otot, tulang, pembuluh darah dan jaringan epidermal yang mengakibatkan kerusakan yang berada di tempat yang lebih dalam dari akhir sistem persarafan. Seorang korban luka bakar dapat mengalami berbagai macam komplikasi yang fatal termasuk diantaranya kondisi shock, infeksi, ketidak seimbangan elektrolit (inbalance elektrolit) dan masalah distress pernapasan. Selain komplikasi yang berbentuk fisik, luka bakar dapat juga menyebabkan distress emosional (trauma) dan psikologis yang berat dikarenakan cacat akibat luka bakar dan bekas luka (scar).
https://daftarhargaa.blogspot.com/2012/11/luka-bakar.html

CONTOH JENIS-JENIS MODERN DRESSING :


CONTOH JENIS-JENIS MODERN DRESSING :
Hydrogel / hydroaktif gel
Menciptakan lingkungan luka tetap lembab
Melunakan dan menghancurkan jaringan nekrotik tanpa merusak jaringan sehat, yg akan terserap ke dalam struktur gel dan terbuang bersama pembalut
Meningkatkan autolytik debridemen secara alamai
Tidak menimbulkan trauma dan sakit saat penggantian bautan
Dapat diaplikasikan 3 – 5 hari
Indikasi : luka nekrotik dalam / permukaan misal : ulkus decubitus, ulkus diabetikum
Ca Alginat
Terbuat dari rumput laut
Untuk luka dengan eksudat sedang sampai banyak
Kandungan Ca dapat membantu menghentikan perdarahan
Digunakan pada fase pembersihan luka dalam maupun permukaan, dengan cairan banyak, maupun terkontaminasi
Mengatur eksudat luka dan melindungi terhadap kekeringan dg membentuk gel
Dapat menyerap luka > 20 kali bobotnya
Tidak lengket pada luka, tdk sakit saat mengganti balutan
Dapat diaplikasikan selama 7 hari
Indikasi : luka decubitus, ulkus diabetik, luka operasi ,luka bakar deerajat I dan II, luka donor kulit , dll
Hydroselulosa
Untuk luka dg produk eksudat banyak
Menciptakan lingkungan lembab yg mendukung proses kesembuhan luka
Mampu menyerap cairan 2 kali lipat dari ca alginat
Mampu mengunci bakteri dalam cairan luka / balutan
Tdk sakit saat penggantian balutan
Dapat diaplikasikan selama 7 hari
Hydrokoloid
Digunakan untuk luka dg eksudat minimal sampai sedang
Menjaga kestabilan kelembaban luka dan sekitar luka
Menjaga dari kontaminasi air dan bakteri
Bisa digunakan untuk balutan primer dan balutan sekunder
Dapat diaplikasikan 5 – 7 hari
Foam
Digunakan untuk menyerap eksudat luka sedang, sedikit banyak
Tidak lengket pada luka
Menjaga kelembaban luka, menjaga kontaminasi dan penetrasi bakteri dan air
Balutan dapat diganti tanpa adanya trauma atau sakit
Dapat digunakan sebagai balutan primer / sekunder
Dapat diaplikasikan 5-7 hari
Transparant film
Dapat digunakan sebagai bantalan untuk pencegahan luka dekubitus
Pelindung sekitar luka terhadap maserasi
Sebagai pembalut luka pada daerah yg sulit
Pembalut/penutup pada daerah yang diberi terapi salep
Sebagai pembalut sekunder
Transparan, bisa melihat perkembangan luka
Breathable
Tidak tembus bakteri dan air, pasien bisa mandi

https://daftarhargaa.blogspot.com/2012/11/contoh-jenis-jenis-modern-dressing.html

BALUTAN KONVENSIONAL VS MODERN


BALUTAN KONVENSIONAL VS MODERN
Balutan Konvensional.
Sering diganti untuk mendapatkan kelembaban (bisa sehari 1 -2 / 3 kali ).
Balutan cepat kering dan kurang menyerap eksudat.
Berisiko menimbulkan trauma baru pada saat penggantian luka.
Menimbulkan nyeri pada saat penggantian luka.
“Lebih murah” tapi sering mengganti kasa.
Balutan Modern
Bisa mempertahankan kelembaban luka lebih lama (5-7 hari).
Mendukung penyembuhan luka, kondisi lembab lebih lama dan memacu proses kesembuhan luka.
Penyerapan eksudat bagus.
Tdk menimbulkan nyeri saat penggantian balutan.
“lebih mahal”
à “cost efektif” penggantian pembalut 3-4 hari.
MENGENAL MODERN DRESSING
Berdasar Fungsi :
Autolitik debridement, contoh : hydrogel / hydroaktif gel.
Absorbent contoh : Ca Alginate, Hydroselulosa, Foam,
Balutan primer / balutan yg menempel ke luka, contoh : calsium alginat, hydroselulosa, hydrokoloid, foam
Balutan sekunder / balutan penutup setelah balutan primer ,contoh: hydrokoloid, foam, transparant film
https://daftarhargaa.blogspot.com/2012/11/balutan-konvensional-vs-modern.html

Perawatan Luka Moisture Balance

FAKTA SEPUTAR PENYEMBUHAN LUKA
Lingkungan luka yg seimbang kelembabannya memfasilitasi pertumbuhan sel dan proliferasi kolagen didalam matrik non selular yg sehat.
Pada luka akut moisture balance memfasilitasi aksi faktor pertumbuhan, cytokines dan chemokines yang mempromosi pertumbuhan sel dan menstabilkan matrik jaringan luka.
Excess moisture / terlalu lembab di atas luka dapat merusak proses penyembuhan luka dan merusak sekitar luka, menyebabkan maserasi tepi luka.
Inadequate moisture / kurang lembab pada luka karena biasanya karena luka terpapar udara memicu terjadinya wound desiccation, necrosis, dan pembentukan eschar menyebabkan perkembangan luka yang jelek.
Pembentukan eskar dapat memperlambat regenerasi sel (keratinocytes) berpindah dari tepi luka ke tengah luka.
Epithelialization ideal pada permukaan yang rata, migrasi yang optimal akan terhalang bila terjadi pembentukan eskar.
“MOISTURE BALANCE”
Why “moist wound care”
Kondisi kurang lembab / kering menyebabkan kematian sel, dan tidak terjadi perpindahan epitel dan jaringan matrik.
Terlalu basah menyebabkan eksudat menghambat proloferasi sel dan menyebabkan rusaknya matrik komponen.
Moisture balance memfasilitasi proses penyembuhan luka
à dijaga dengan memilih jenis balutan yang sesuai sehingga luka terjaga kelembabannya.
Menciptakan suasana lembab
Konvensional, kasa dan Na Cl prinsip wet to moist, luka dikompres kasa lembab, kasa diganti sebelum kering, memerlukan penggantian kasa yang sering.
Modern , menggunakan modern dressing, misal : ca alginat, hydrokoloid, dll.
https://daftarhargaa.blogspot.com/2012/11/perawatan-luka-moisture-balance.html
 

© 2010 wuden - Design bySEO Blog - Google Search Style Media Blog