Beberapa dekade ini penyakit kanker
semakin meningkat. Negara Indonesia dan beberapa Negara di dunia tiap tahun
kasus kanker terus meningkat, mulai dari yang tertinggi kanker payudara, kanker
leher rahim (serviks), kanker paru, kanker usus besar (kolorektal), kanker
prostat, kanker darah, kanker tulang, kanker hati, kanker kulit. Setidaknya di
dunia ada lebih dari 100 jenis kanker Menurut WHO dan Bank Dunia memperkirakan
setiap tahun, 12 juta orang di seluruh dunia menderita kanker dan 7,6 juta di
antaranya meninggal dunia (4).
Berdasarkan data Riskesdas, 2007,
menurut Prof. Tjandra Yoga, di Indonesia rasio tumor atau kanker adalah 4,3 per
1000 penduduk (4). Kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 (5,7%) setelah
stroke, TB, hipertensi, cedera, perinatal dan Diabetes Melitus. Sedangkan
berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2007, kanker
payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh RS di
Indonesia (16,85%), disusul kanker leher rahim (11,78%) (4,5).
Menurut Dowsett (2002) menyatakan
perkiraannya antara 5-10% pada pasien yang mengalami metastase kanker akan
mengalami luka kanker (1). Sedangkan menurut Schwartz (1995) dalam Schiech
(2002) melaporkan jumlah luka kanker 9% dari jumlah pasien kanker. Luka kanker
memiliki karakteristik antara lain; sulit sembuh, banyak slough dan nekrotik,
mudah berdarah, sangat bau, banyak eksudat, infeksius, pingggiran luka mudah
teriritasi. Melihat karakteristik luka kanker maka banyak pasien kanker yang
minder (malu) jika mendapatkan luka kanker. Oleh karena itu, banyak pasien
kanker yang menutup diri dan tidak mau bersosialisasi dengan lingkungan
sekitarnya. Sehingga kualitas hidup pasien kanker juga terganggu.
Peran tenaga kesehatan dalam mengatasi
luka kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker sangatlah penting.
Khususnya perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan mempunyai peran penting
menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk merawat luka kanker dan
memberikan dukungan psikologis dalam membantu meningkatkan kualitas hidup
pasien. Seorang perawat professional akan mampu memberikan kenyamanan pada
perawatan luka kanker dan mampu melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan
lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.

0 comments:
Post a Comment