Perawatan Luka Kanker

Saturday, November 24, 2012
Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak normal yang menyerang organ dengan cepat sehingga fungsinya hancur dan menyebabkan kematian. Kanker menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti masyarakat, apalagi kanker yang sudah metastase dan menimbulkan luka kanker. Kanker dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti pola hidup yang tidak sehat dan juga faktor genetik dan lingkungan. Pada era globalisasi inilah kasus penyakit kanker kian meningkat akibat pola hidup dan lingkungan yang tidak sehat.
Beberapa dekade ini penyakit kanker semakin meningkat. Negara Indonesia dan beberapa Negara di dunia tiap tahun kasus kanker terus meningkat, mulai dari yang tertinggi kanker payudara, kanker leher rahim (serviks), kanker paru, kanker usus besar (kolorektal), kanker prostat, kanker darah, kanker tulang, kanker hati, kanker kulit. Setidaknya di dunia ada lebih dari 100 jenis kanker Menurut WHO dan Bank Dunia memperkirakan setiap tahun, 12 juta orang di seluruh dunia menderita kanker dan 7,6 juta di antaranya meninggal dunia (4).
Berdasarkan data Riskesdas, 2007, menurut Prof. Tjandra Yoga, di Indonesia rasio tumor atau kanker adalah 4,3 per 1000 penduduk (4). Kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 (5,7%) setelah stroke, TB, hipertensi, cedera, perinatal dan Diabetes Melitus. Sedangkan berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2007, kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh RS di Indonesia (16,85%), disusul kanker leher rahim (11,78%) (4,5).
Menurut Dowsett (2002) menyatakan perkiraannya antara 5-10% pada pasien yang mengalami metastase kanker akan mengalami luka kanker (1). Sedangkan menurut Schwartz (1995) dalam Schiech (2002) melaporkan jumlah luka kanker 9% dari jumlah pasien kanker. Luka kanker memiliki karakteristik antara lain; sulit sembuh, banyak slough dan nekrotik, mudah berdarah, sangat bau, banyak eksudat, infeksius, pingggiran luka mudah teriritasi. Melihat karakteristik luka kanker maka banyak pasien kanker yang minder (malu) jika mendapatkan luka kanker. Oleh karena itu, banyak pasien kanker yang menutup diri dan tidak mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga kualitas hidup pasien kanker juga terganggu.
Peran tenaga kesehatan dalam mengatasi luka kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker sangatlah penting. Khususnya perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan mempunyai peran penting menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk merawat luka kanker dan memberikan dukungan psikologis dalam membantu meningkatkan kualitas hidup pasien. Seorang perawat professional akan mampu memberikan kenyamanan pada perawatan luka kanker dan mampu melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.

0 comments:

Post a Comment

 

© 2010 wuden - Design bySEO Blog - Google Search Style Media Blog